TUGAS MALAIKAT JIBRIL
Tugas malaikat Jibril adalah
menyampaikan wahyu, nah kira-kira apa ya tugas malaikat Jibril sekarang?
Selain menyampaikan wahyu dari Allah
subhanahu wa ta'ala, ada tugas lain yang dibebankan Allah kepada
malaikat Jibril 'alaihissalam, di antaranya:
Memberi
kekuatan kepada orang beriman yang memiliki sifat wala' wal bara' (mecintai
orang beriman dan membenci orang kafir) yang kuat, senantiasa membela Allah subhanahu
wa ta'ala dan agamanya demikian pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam dan sunnahnya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا
آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ
كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ} [المجادلة: 22]
"Kamu tak akan mendapati kaum
yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu
bapak-bapak, atau anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya." [Al-Mujadilah:22]
Ada beberapa versi penafsiran ulama
tentang maksud dari firman Allah {وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ} :
1.
Menguatkan mereka dengan Al-Qur'an
dalam berhujjah.
2.
Menguatkan mereka dengan cahaya
keimanan, hidayah dan tanda-tanda kebesaran Allah.
3.
Menguatkan mereka dengan bantuan
Jibril.
Dalam sahih Bukhari dan Muslim, Hassan
bin Tsabit Al-Anshary radhiyallahu 'anhu meminta persaksian dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu dan berkata: Aku memintamu demi Allah,
apakah kamu pernah mendengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
mengatakan:
«يَا
حَسَّانُ، أَجِبْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوحِ القُدُسِ»
"Ya Hassan .. belalah Rasul
Allah, Ya Allah kuatkanlah ia dengan ruh al-quds (Jibril)?"
Abu Hurairah menjawab: Iya.
Dan dalam sahih Muslim, dari Aisyah
radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
berkata kepada Hassan bin Tsabit:
«إِنَّ رُوحَ
الْقُدُسِ لَا يَزَالُ يُؤَيِّدُكَ، مَا نَافَحْتَ عَنِ اللهِ وَرَسُولِهِ»
"Sesungguhnya Ruh Qudus
(Jibril) senantiasa menguatkanmu selama engkau membela Allah dan Rasul-Nya".
Tugas lain dari malaikat Jibril
adalah menyampaikan cinta dan benci Allah terhadap hamba-Nya kepada para
malaikat.
Dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:
" إِنَّ
اللهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا
فَأَحِبَّهُ، قَالَ: فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ
فَيَقُولُ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ
السَّمَاءِ، قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ، وَإِذَا أَبْغَضَ
عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ: إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ، قَالَ
فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللهَ
يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ، قَالَ: فَيُبْغِضُونَهُ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ
الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ "
"Sesungguhnya Allah jika
mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya
Aku mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril ikut mencintainya,
kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka
cintailah ia. Lalu penduduk langit turut mencintainya, kemudian diturunkan
rasa cinta kepadanya di bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Ia
memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku membenci si Fulan
maka bencilah ia. Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru di langit:
Sesungguhnya Allah membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu penduduk
langit turut membencinya, kemudian diturunkan rasa benci kepadanya di
bumi."
Wallahu a'lam !
Refrensi:
Al-Iman bil Malaikah hal.72 karya Abdullah Sirajuddin.
********************************************************************************
TUGAS MALAIKAT MIKAIL
Malaikat
Mikail alahissalam adalah termasuk salah satu di antara empat malaikat yang menjadi pembesar seluruh
malaikat. Dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa ia diciptakan oleh Allah
subhanahu wa ta’ala sesudah malaikat Israfil dengan selisih kira-kira lima
ratus tahun lamanya.
Menurut
salah satu riwayat, dikatakan bahwa malaikat Mikail mengenakan jubah berwarna
hijau jamrud, yang memenuhi bentangan langit. Dari kepala malaikat Mikail
hingga kedua telapak kakinya berbulu za’faron. Jika seluruh air di lautan dan
sungai di muka bumi ini disiramkan di atas kepalanya, maka tidak setetes pun
yang akan jatuh dari kepalanya. Seluruh anggota tubuhnya terbuat dari nuur (cahaya)
dan berbulu za’faran. Yang istimewa, ada satu juta wajah di atas setiap
bulu-bulu yang dimilikinya. Dan setiap wajah mempunyai sejuta mata. Padahal,
tiap mata yang ada senantiasa menangis untuk memohon rahmat bagi orang-orang
mukmin yang berdosa. Di samping itu, kelebihan yang dimiliki adalah setiap
wajah mempunyai sejuta mulut, yang mana mulut tersebut memiliki lidah dengan
jumlah yang sama dan menguasai satu juta macam bahasa. Dan juga setiap lisan
yang dimiliki membaca istighfar untuk orang-orang mukmin yang berdosa.
Dari
sekian banyak mata yang ada, maka senantiasa meneteskan air mata sejumlah tujuh
ribu tetesan. Kemudian dari tiap tetesan air mata itu, Allah menciptakan
malaikat sejenis yang serupa dengan bentuk malaikat Mikail. Tugas mereka adalah
membaca tasbih hingga hari kiamat.
Mereka itu bernama Karubiyun. Di
samping bertasbih, mereka juga
memiliki tugas sebagai pembantu malaikat Mikail yaitu menurunkan hujan, menjaga
tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, serta mengatur rezeki kepada makhluk-makhluk
Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan
disebutkan dalam sebuah keterangan, untuk menjaga kelangsungan hidup makhluk di
dalam laut, buah-buahan di pohon, maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di atas bumi,
maka Allah mengutus seorang malaikat untuk menjaganya. Jadi satu butir buah
akan senantiasa dijaga oleh seorang malaikat.
Dalam
hadist riwayat Ahmad, dari Anas bin Malik, ketika Rasulullah melakukan
perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertanya kepada malaikat Jibril:
“Mengapa aku tidak pernah melihat malaikat Mikail tertawa?” Malaikat Jibril
menjawab: “Malaikat Mikail tidak pernah tertawa semenjak neraka diciptakan.”
Malaikat
Mikail juga sering mendampingi malaikat Jibril dalam menjalankan
tugas-tugasnya. Di antara tugas yang pernah dilakukan bersama malaikat Jibril
adalah:
a).
Ketika malaikat Jibril menjalankan tugas untuk membelah dada Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam untuk dicuci hatinya karena akan diisi dengan iman,
Islam, yakin, dan sifat hilim. Ketika
itu peran malaikat Mikail tidak kalah penting. Beliaulah yang mengambil air
al-Kautsar (air zam-zam) untuk akhirnya dijadikan sebagai pencuci hati
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
b).
Saat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam mendapat kepercayaan untuk
melakukan Isra’ dan Mi’raj, malaikat Mikail bersama Jibril ikut mendampingi
beliau selama dalam perjalanan.
c).
Malaikat Mikail juga menjadi utusan Allah untuk menyampaikan lembaran kepada
Malaikat Maut. Dalam lembaran-lembaran itu tertulis dengan sangat detil tentang
nama-nama, tempat, dan sebab musabab pencabutan nyawa bagi orang yang dituju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar